Kamis, 29 Oktober 2015



Seorang balita perempuan usia tiga tahun di Jatiasih Bekasi meninggal setelah minum susu cair kemasan pagi tadi. Malam sebelum kejadian balita ini diajak menonton konser dangdut didekat rumahnya oleh sang nenek. Karena mungkin balita ini kecapekan diajak menonton konser dangdut malam-malam, akhirnya balita ini rewel. Oleh sang nenek dibelikanlah susu cair kemasan agar rewelnya berhenti. Tapi ternyata susu cair ini masih sisa dan tidak langsung habis. Lalu susu cair ini disimpan oleh sang nenek. Keesokan paginya balita ini demam lalu susu cair sisa semalam itupun diminumkan. Selang 15 menit balita ini kejang dan mengeluarkan busa. Balita malang ini dilarikan ke rumah sakit tapi naas sesampai disana balita ini akhirnya meninggal. Innalilallahi wainnailaihiraji'un...

Ayah balita (seorang pekerja serabutan sedangkan sang ibu tengah mendekam di rutan karena kasus narkoba) menolak untuk dilakukan autopsi terhadap jenazah putrinya. Sang ayah sudah merelakan karena ketidaktahuan sang nenek (balita ini diasuh oleh kakek dan neneknya). Ya, sang nenek tidak tahu (atau mungkin kurang paham) jika susu cair seperti itu sangat rentan tercemar bakteri apabila kemasan sudah dibuka. Apalagi dengan kondisi balita yang sedang demam seperti itu. Akhirnya kasus ini pun ditutup.

Susu cair kemasan biasanya adalah susu segar yang diproses secara Ultra High Temperature (UHT). Susu UHT merupakan susu yang diolah menggunakan pemanasan dengan suhu tinggi dan dalam waktu yang singkat (135-145 derjat Celcius) selama 2-5 detik (Amanatidis, 2002). Pemanasan dengan suhu tinggi bertujuan untuk membunuh seluruh mikroorganisme (baik pembusuk maupun patogen) dan spora. Waktu pemanasan yang singkat dimaksudkan untuk mencegah kerusakan nilai gizi susu serta untuk mendapatkan warna, aroma dan rasa yang relatif tidak berubah seperti susu segarnya.

Apabila kemasan susu UHT telah dibuka, maka susu tersebut harus disimpan pada refrigerator. Susu UHT harus dihindarkan dari penyimpanan pada suhu tinggi (di atas 50 derjat Celcius) karena dapat terjadi gelasi yaitu pembentukan gel akibat kerusakan protein.

Kerusakan susu UHT sangat mudah dideteksi secara visual, ciri utama yang umum terjadi adalah kemasan menggembung. Gembungnya kemasan terjadi akibat kebocoran kemasan yang memungkinkan mikroba-mikroba penbusuk tumbuh dan memfermentasi susu. Fermentasi susu oleh mikroba pembusuk menghasilkan gas CO2 yang menyebabkan gembung.

Kerusakan juga ditandai oleh timbulnya bau dan rasa yang masam. Selain menghasilkan gas, aktivitas fermentasi oleh mikroba pembusuk juga menghasilkan alkohol dan asam-asam organik yang menyebabkan susu menjadi berflavor dan beraroma masam.

Hindari mengkonsumsi susu UHT yang telah mengental. Fermentasi susu oleh bakteri pembusuk juga pembusuk juga menyebabkan koagulasi dan pemecahan protein akibat penurunan pH oleh asam-asam organic. Koagulasi dan pemecahan protein inilah yang menyebabkan tekstur susu rusak yaitu menjadi pecah dan agak kental.

Pun dengan susu kambing cair segar ini. Setelah pemerahan (maksimal 2-3 jam), susu kambing cair ini harus segera diolah atau jika tidak harus segera dimasukan ke dalam freezer agar susu tidak rusak dan kandungan tetap terjaga. Maka dari itu susu kambing cair ini berbentuk beku/frozen karena disimpan dulu di freezer. Susu kambing ini lebih bagus jika dikonsumsi mentah tanpa pemanasan terlebih dahulu. Karena jika dimasak terlebih dahulu dikhawatirkan lactobacillus-nya mati. Susu kambing cair frozen ini apabila akan dikonsumsi dicairkan terlebih dahulu dengan direndam dengan air biasa. Setelah kemasan dibuka harus langsung habis karena dikhawatirkan susu akan tercemar.

Jadi, tidak perlu khawatir untuk memberikan susu cair ke balita kita (terutama susu kambing ya, hehe...) asal ada ilmunya tentu saja. Semoga balita kita tumbuh sehat dan selalu dalam lindungan Allah, aamiin...

Selamat mengenalkan balita Anda dengan susu kambing cair ini... Semoga bermanfaat.



Kamis, 15 Oktober 2015



Perut yang terus membesar membuat saya malas untuk kemana-mana. Jangankan bepergian jauh, untuk ke depan beli kebutuhan harian saja rasanya malas sekali. Duduk santai, leha-leha dan tiduran justru menjadi hobi saya di akhir-akhir masa kehamilan. Padahal katanya kalau mendekati HPL dianjurkan jalan-jalan ya agar persalinan nya lancar. Tapi itu tidak saya temukan di diri saya pribadi, hehe... Meskipun begitu -alhamdulillah- persalinan saya tidak mengalami kendala. Hari persalinan saya justru maju sepekan dari HPL. Alhamdulillah...

Seperti pagi itu, suami mengajak saya ikut beli susu sapi segar di pasar yang berjarak 7 km dari rumah. Rasanya perut ini berat sekali tidak bisa diajak kompromi (alasan :D). Padahal biasanya saya paling semangat kalau diajak keluar, hehe... Akhirnya suamipun berangkat sendiri ke pasar. Tapi sepertinya ini bukan penjual yang biasanya kami beli. Sambil menakar susu, ibu penjual susu ini bilang,
"Buat kucing ya mas? Soalnya saya banyak pelanggan yang sering datang kesini untuk kucing mereka juga..."

Suami saya agak kaget dan heran. Lha wong susunya untuk istri yang sedang hamil di rumah tapi dikira buat minum kucing, hehe... Tapi suami hanya diam saja dan tersenyum simpul. Sesampai di rumah, suami langsung cerita ke saya tentang kejadian tadi. Dan dari situ saya baru tau, bahwa ternyata kucing pun minum susu segar (mungkin hewan peliharaan yang lain juga sama). Karena setau saya (orang kampung yang hanya mengenal kucing jawa, tidak pernah berinteraksi sama mba anggora dan mas persia :D) kucing ya minum air biasa, kalaupun ada anak kucing yang habis dilahirkan ya nenen induknya (bersyukur ya jadi kucing jawa, tidak pernah lepas dari kasih sayang induknya, loh? Hehe...)

Sampai beberapa waktu lalu ada seseorang yang menghubungi kami dan minta COD dua liter susu kambing cair segar ini. Sesampai disana (seorang ibu-ibu yang punya warung makan dan suami saya pun mendatangi warung makan tersebut) ada seorang pelanggan yang sedang duduk-duduk, lalu pelanggan ibu ini tanya,
"Itu apa mas?" Sambil jarinya menujuk steorofom berisi susu yang dibawa suami.
"Susu kambing cair segar pak tapi ini sudah dibekukan jadi berbentuk frozen."
"Ooh... Setau saya susu kambing itu berwujud bubuk ternyata ada yang cair juga ya. Buat apa mas?"
Suami sedikit bingung tapi langsung dijawab, "Untuk memperlancar ASI." Suami reflek dengan jawaban itu karena ingat khasiat susu kambing ini bagi saya pribadi.

Tiba-tiba ibu yang pesan susu (pemilik warung makan) menimpali dengan nada yang seperti tidak enak, "Errr... Bukan mas, susu-susu itu untuk hewan peliharaan saya..."
Wuiiinggg... Suami saya agak kaget, tapi hanya bilang "Oo..." manggut-manggut. Lalu ibu ini cerita kalau hewan peliharaannya agak susah untuk minum susu. Susu apapun pernah dicoba tapi hasilnya nihil. Barulah dengan susu kambing cair segar ini bisa cocok.

Lihatlah, ternyata kucing pun tidak sembarangan memilih asupan yang akan dicernanya. Terkadang kita memang harus belajar dari lingkungan sekitar, tidak terkecuali dengan hewan yang dianggap sebagai pengganggu. Seperti misalnya lalat. Rasanya jengkel ketika melihat makanan yang kita simpan sudah keduluan dihinggapi lalat. Pasti ada saja cara kita untuk menghalau lalat-lalat itu agar tidak hinggap di makanan kita. Tapi tahukah Anda bahwa lalat pun memilih makanan apa yang akan dihinggapinya? Ya, lalat paling 'ogah' hinggap di makanan yang penuh 'rekayasa'. Maka dari itu terkadang kalau saya membeli ayam potong atau ikan segar di tempat penjual, saya lebih memilih tempat yang ada lalat di sekitarnya. Tapi tentu saja pilih barangnya yang bebas hinggapan lalat dong ya :D

Artinya apa? Bahwa hewan justru mempunyai insting yang lebih peka dibanding manusia. Mereka para hewan yang tidak punya akal akan memilih sesuatu yang alami tanpa rekayasa. Beda dengan manusia yang dikarunia akal oleh Allah untuk bisa memilih. Ada ikan digoreng biasa tanpa ada tambahan bumbu apapun. Dengan kemampuan akal yang dimilikinya, manusia pasti akan mencari cara agar ikan goreng itu tidak terkesan monoton. Bisa dengan direndam air garam dulu sebelum digoreng lalu dicocol sambal sebelum disantap. Jangan lupa itu nasi hangat lalapan sudah ada disampingnya. Bayangkan jika seekor hewan yang menghadapinya, misalnya kucing. Boro-boro dicuci dulu, yang ada juga langsung dilahap, hehe...

Sama dengan kasus susu segar diatas. Kucing dengan segala sisi kehewanannya lebih memilih susu segar yang murni alami tanpa tambahan apapun. Beda dengan manusia. Si manusia tidak suka susu tapi apa mau dikata dia harus minum susu sesuai anjuran dokter agar penyakit yang dideritanya cepat pulih misalnya. Pasti si manusia akan mencari segala cara agar bisa minum susu ini. Entah dengan minum susu yang ada varian rasa tambah madu tambah gula supaya 'rasa susu'nya bisa hilang. Atau bisa dengan memilih produk olahan susu yang bisa menghapus image minum susu secara klasik :D.

Tuh lihat, kucing saja bisa memilih susu segar yang murni kan? ;)

Susu identik dengan anak kucing. Banyak pemula yang hanya memberikan susu sebagai makanan pada anakan kucing yang baru dimilikinya. Susu memang makanan padat nutrisi yang sangat dibutuhkan oleh anakan kucing yang belum bisa memakan makanan padat yang dimakan oleh kucing dewasa. Tapi tahukah Anda bahwa tidak semua susu dapat dicerna oleh kucing?

Susu yang tidak dapat dicerna oleh kucing adalah susu yang berlaktosa seperti susu sapi segar ataupun produk sampingannya. Laktosa adalah gula susu yang merupakan salah satu komponen khas dalam susu bersama dengan trigliserida (lemak susu) dan kasein (protein susu). Kandungan laktosa sekitar 4,6% dalam susu. Untuk mencerna laktosa maka pencernaan harus menggunakan enzim laktase yaitu salah satu enzim pencernaan yang diproduksi oleh sel-sel di usus kecil yang bertugas memecah gula susu menjadi bentuk yang lebih mudah untuk diserap ke dalam tubuh. Sayangnya, pencernaan yang dimiliki oleh kucing tidak dapat memproduksi enzim ini sehingga laktosa tidak terurai, butiran laktosa akan tertinggal di muka lubang usus halus dan menyerap banyak air dari sekitarnya sehingga menimbulkan diare. Ada kalanya sebelum keluar, ia tertahan di kolon dan diurai oleh bakteri penghasil gas (CH4, CO2, H2). Akibatnya, perut menjadi kembung, nyeri lambung, hingga diare.

Ada beberapa pencernaan kucing yang akhirnya menjadi kebal terhadap laktosa. kucing tidak mengalami diare ataupun perut kembung. Hal ini bukan berarti baik karena pencernaan kucing mengalami gangguan yang tidak terlihat sehingga fungsi kerjanya menurun. Kucing tidak dapat mencerna dan menyerap nutrisi dengan maksimal sehingga harus diberikan makanan dengan jumlah yang lebih banyak daripada yang seharusnya. Akibatnya kucing akan kehilangan berat badan dan malnutrisi.

Jadi, apakah pemberian susu harus dihindari?

Setiap jenis susu pasti mengandung laktosa, tetapi ada susu yang mengandung lebih sedikit laktosa sehingga dapat dikonsumsi oleh kucing. Susu berlaktosa yang dapat dikonsumsi oleh kucing adalah susu yang mengandung protein alpha S1-casein yang rendah yaitu susu yang berasal dari hewan kambing.

Selamat mengenalkan susu kambing segar cair ini ke kucingnya ya... Semoga bermanfaat.





Selasa, 13 Oktober 2015



Oktober semangat. Alhamdulillah sudah memasuki bulan Oktober. Saat saya berjibaku dengan tulisan ini Alhamdulillah sudah memasuki Tahun Baru Hijriyah 1437 H. Malam satu Suro kalau orang Jawa menyebutnya. Ada apakah dengan malam satu Suro? Ada artikel menarik yang saya dapatkan dari majalah Ar-risalah edisi bulan ini yakni Edisi 172 bulan Dzulhijjah-Muharram 1437 H.

Judulnya : Amalan Bid'ah vs Amalan Sunah di Bulan Muharram 

Muharram adalah bulan yang mulia, hingga Allah menjadikan bulan tersebut sebagai salah satu bulan haram. Maknanya di bulan tersebut diharamkan melakukan pertumpahan darah (perang).

Empat bulan haram itu dijelaskan oleh Rasulullah dalam sabdanya :
"Setahun berputar sebagaimana keadaannya sejak Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun itu ada dua belas bulan. Diantaranya ada empat bulan haram (suci). Tiga bukannya berturut-turut  yaitu Dzulqa'dah, Dzulhijjah dan Muharram. (Satu bulan lagi adalah) Rajab Mudhar yang terletak antara Jumadil (akhir) dan Sya'ban." (HR. Bukhari dan Muslim).

Dalam penanggalan tahun Jawa, bulan Muharram dikenal dengan sebutan bulan Sura. Sudah menjadi 'keyakinan' bagi sebagian masyarakat Indonesia -Jawa khususnya- bahwa bulan Muharram atau bulan Sura adalah bulan keramat. Masih ada keyakinan a keyakinan serta ritual atau amalan-amalan 'nyleneh' yang dilakukan menjelang dan selama bulan Sura, diantaranya:

Siramana malam satu Sura, yaitu mandi besar dengan menggunakan air serta dicampur kembang setaman. Tapa mbisu, yaitu tidak bicara ketika berjalan mengelilingi kraton. Jamasan (mencuci) pusaka dan mengaraknya mengelilingi kraton. Ruwatan, yang berarti pembersihan dari sukerta atau kekotoran. Juga berziarah ke beberapa makam yang dianggap keramat.

Pada bulan itu mereka tidak berani mengadakan  acara pernikahan. Karena menurut klaim mereka pernikahan yang dilangsungkan pada bulan Muharram kerap mendatangkan sial bagi pasangan, seperti perceraian, kematian, tidak harmonis, dililit hutang dan sebagainya. Bahkan, banyak yang menyampaikan alasan yang tidak masuk akal. Misalnya, pada bulan Suralah penguasa laut selatan, Nyi Roro Kidul, melangsungkan hajat pernikahan.

Semua keyakinan dan amalan tersebut tidak ada satupun dalilnya dari Al Qur'an dan Sunah juga salaf shaleh, sehingga akan terjerumus kedalam lobang kebid'ahan dan kesyirikan.

KEMULIAAN BULAN MUHARRAM 
Islam menyebut bulan Muharram sebagai syahrullah (bulan Allah). Rasulullah bersabda,
"Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah yaitu Muharram.  Sementara shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam." (HR. Muslim)

Bulan ini istimewa karena disebut dengan syahrullah yaitu bulan Allah. Az Zamakhsyari mengatakan, "Bulan Muharram ini disebut syahrullah (bulan Allah), disandarkan pada lafal jalalah 'Allah' untuk menunjukan mulia dan agungny bulan tersebut."

Hasan al-Bashri berkata, "Sesungguhnya Allah membuka awal tahun dengan bulan haram dan menutup akhir tahun dengan bulan haram pula. Tidak ada bulan agung disisi Allah setelah Ramadhan dibandingkan dengan bulan Muharram"
Abu Utsman An Nah di mengatakan:
"Para salaf mengagungkan tiga waktu dari sepuluh hari yang utama:  sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan, sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah dan sepuluh hari pertama bulan Muharram."

Mendapati bila  Muharram merupakan kenikmatan tersendiri bagi seorang mukmin. Karena bulan ini sarat dengan pahala dan ladang beramal bagi orang yang bersungguh-sungguh dalam mempersiapkan hari esoknya.

Berikut ini amalan-amalan sunah yang dianjurkan di bulan ini :

PERBANYAK AMALAN SHALIH DAN JAUHI MAKSIAT 
Ibnu Abbas radhiyallahu'anhu berkata tentang tafsir Surat at-Taubah ayat 36, "...maka janganlah kalian menzalimi diri kalian..." Allah telah mengkhususkan empat bulan  dari kedua belas bulan  tersebut. Dan Allah menjadikannya sebagai bulan suci, mengagungkan  kemuliaan-kemuliaannya, menjadikan dosa yang dilakukan pada bulan tersebut lebih besar (dari bulan-bulan lainnya) serta memberikan pahala (yang lebih besar) dengan amalan-amalan shalih."

Mengingat besarnya pahala yang diberikan  oleh Allah melebihi bila  selainnya, hendaknya kita perbanyak amalan-amalan ketaatan pada bulan Muharram ini dengan membaca Al Qur'an, berdzikir, shadaqah, puasa dan lainnya.

Selain memperbanyak amalan ketaatan, tak lupa untuk menjauhi maksiat kepada Allah dikarenakan dosa pada bulan-bulan haram lebih besar dibanding dengan dosa-dosa selain bulan haram.

Qatadah rahimahullah juga mengatakan, "Sesungguhnya kezaliman pada bulan-bulan haram lebih besar kesalahan dan dosanya daripada kezaliman yang dilakukan di luar bulan-bulan haram tersebut. Meskipun kezaliman pada setiap kondisi adalah perkara yang besar, akan tetapi Allah menjadikan sebagian dari perkara menjadi agung sesuai dengan kehendaknya."

MELAKSANAKAN PUASA 
Rasulullah bersabda, "Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah, Muharram."

Maksud puasa disini adalah puasa secara mutlak. Dan minimal nya bagi kita tidak meninggalkan puasa Assyura yang merupakan  kebiasaan para salaf.

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu'anhu, sesungguhnya Rasulullah melakukan puasa Assyura dan memerintahkan para sahabat untuk melakukannya." (Muttafaq 'alaih)

Sedangkan mengenai pahalanya termaktub dalam sebuah hadits, "Sesungguhnya Rasulullah ditanya tentang pahala puasa Assyura maka beliau bersabda, "Akan menghapuskan dosa setahun yang lalu." (HR. Muslim).

Cara melakukannya sebagaimana disebutkan oleh Syaikh Utsaimin. Ia menyebutkan bahwa para ulama, diantaranya Ibnuk Qayyim, membagi puasa ke dalam tiga tingkatan:
1. Berpuasa tanggal 9 & 10 Muharram dan ini yang paling utama. Karena Rasulullah bersabda, "Kalau aku masih hidup tahun depan niscaya aku akan berpuasa pada tanggal 9 (Muharram)." (HR. Muslim)
2. Puasa tanggal 10 & 11 Muharram, agar menyelisihi puasanya orang-orang Yahudi.
3. Puasa pada tanggal 10 Muharram saja dan ini hukumnya makruh menurut sebagian ulama karena akan menyerupai puasanya orang Yahudi. Tapi ada ulama lain yang membilehkannya meskipun  pahalanya tidak sempurna jika digandengkan dengan puasa sehari sebelumnya (tanggal 9 Muharram).

Semoga kita dapat memuliakan bulan Muharram dengan rangkaian ibadah sesuai tuntunan Allah dan Rasul-Nya. Aamiin...

Semoga bermanfaat.

Jumat, 11 September 2015



Melalui kakak saya adalah awal perkenalan saya dengan susu kambing cair yang dibekukan ini. Kakak saya memulai bisnis ini pada tahun 2010-an. Saat itu mungkin juga menjadi hal yang baru bagi kakak saya mengingat susu kambing cair yang dibekukan ini masih jarang. Apalagi bagi saya yang belum pernah mendengar sama sekali tentang susu kambing secara detail. Hanya sebatas info umum tentang susu ini.

Pertama kali melihat susu kambing cair yang dibekukan ini pun terasa janggal. Kakak saya yang mondar-mandir di dapur sambil sesekali melihat ke arah bak yang berisi air memang mencolok perhatian. Tidak begitu lama kakak saya pun berujar, "sudah jadi...sudah jadi..." pekiknya riang sambil mengangkat bungkus plastik yang berisi susu yang sudah mencair. Batin saya heran, ada gitu susu yang dibekukan dulu lalu dicairkan dengan direndam air biasa sebelum diseduh? Karena selama ini saya taunya susu itu berwujud bubuk atau kental manis. Dan saya pun terlalu kuper bahwa ternyata diluaran sana banyak kedai-kedai susu yang menyediakan susu sapi cair segar :D

Keheranan saya semakin bertambah ketika tau bahwa harga susu sebungkus plastik satu kiloan itu ternyata wow, tujuh ribu rupiah untuk tiap 200 ml nya. Ckckck... Susu apa pula yang sebegitu mahalnya. Uang sebesar itu tahun 2010 sudah bisa untuk membeli susu kental manis kalengan. Saat itu saya belum tau bahwa untuk kambing etawa, satu kali pemerahan hanya menghasilkan maksimal 1,8 liter susu saja. Beda dengan sapi yang bisa menghasilkan 15 liter susu untuk bobot sapi 400 kilogram. Lagipula peternakan  kambing etawa ini masih langka jika dibanding dengan peternakan sapi perah yang lebih melimpah menjadikan harga susu kambing ini tentu saja lebih melejit.

Saat kakak saya menekuni bisnis susu kambing cair ini lebih serius, banyak fakta dibalik susu kambing ini yang diinfokan oleh kakak saya kepada saya. Saya yang sebelumnya sama sekali tidak tau, sedikit demi sedikit jadi tau tentang keunggulan-keunggulan susu kambing ini. Tapi saat itu saya hanya sekedar tau tanpa mau mengkaji lebih jauh lagi. Maklum masih jiwa muda, belum mau memikirkan hal-hal yang rumit apalagi untuk berbisnis. Tapi bukan berarti sekarang sudah tua ya, hehe...

Akhir tahun 2010 saya menikah. Suami saya yang bekerja di Jogja mengharuskan saya berpindah domisili mengikuti suami di kota Gudeg tersebut. Meninggalkan kota pinggiran Jakarta, Bekasi, yang hiruk pikuknya tidak kalah dengan Ibukota bahkan lebih semrawut kalau boleh saya bilang. Meninggalkan kakak saya dengan bisnis sampingan susu kambingnya dan membawa sedikit ilmu tentang susu kambing ini. Sedih.

Di kota ini saya hidup sebagai ibu rumah tangga tulen,berkebalikan dengan masa gadis saya yang saya habiskan untuk bekerja siang malam. Banyaknya waktu luang membuat saya berangsur-angsur membongkar ilmu-ilmu yang saya punya (duh,bahasanya...) untuk diaplikasikan ke dunia nyata. Tidak terkecuali dengan susu kambing ini dengan segudang manfaatnya. Saya pun berniat untuk mengonsumsinya.  Akan tetapi, ternyata mendapatkan susu kambing cair di Jogja itu tidak mudah.

Sebagai contoh saat saya hamil. Saat hamil saya tidak mengonsumsi susu khusus untuk wanita hamil yang banyak beredar di pasaran. Saya prefer ke susu segar, toh susu yang diambil kalsiumnya apalagi untuk wanita hamil memang sedang membutuhkan banyak kalsium bagi si ibu dan janin. Untuk kandungan gizi yang ditawarkan di susu khusus wanita hamil yang beraneka ragam, saya lebih memilih gizi itu dari asalnya yaitu makanan. Dengan makanan yang bergizi insya Allah masalah itu bisa teratasi. Apalagi dokter atau bidan sudah meresepkan banyak suplemen tambahan. Tapi itu tergantung tiap ibu bagaimana cara menyikapinya sih ya, karena saya juga tidak menolak sama sekali tentang susu khusus wanita hamil ini kok, itu pendapat saya pribadi. Karena lagipula susu khusus wanita hamil ini kan mahal, hehe...

Kembali ke susu segar. Saya pun mencari info tentang susu kambing cair segar ini disekitar tempat tinggal saya. Nihil. Kebanyakan susu kambing ini sudah diproses menjadi susu bubuk. Kalau begitu kan sama saja dengan susu khusus wanita hamil yang ada di pasaran. Ya sudah, akhirnya saya membeli susu sapi segar di kedai-kedai kecil yang selalu mangkal sore hari di daerah Kotagede. Tapi itu juga tidak rutin tiap hari, sesempat dan seingatnya saja sih, hehe...

Saat anak saya sudah berusia satu tahun dan sudah saatnya untuk dikenalkan dengan susu segar, saya belum juga menemukan susu kambing cair segar ini di Jogja. Akhirnya saya memberikan susu UHT kepada anak saya. Praktis. Ternyata anak saya suka sekali dengan susu UHT, sekotak berapapun ukurannya selalu habis. Tapi itu juga tidak rutin tiap hari, seingat dan sesempatnya saja saya membelikan, hehe...

Baru disaat masa-masa penyapihan kemarin Alhamdulillah saya sudah bisa menyetoknya di freezer rumah. Saya pun tidak ragu untuk memberikan susu kambing cair segar ini ke anak saya. Pengalaman lengkapnya bisa dilihat disini http://jogjasusu.blogspot.co.id/2015/08/susu-kambing-untuk-balita.html?m=0
Bukan hanya anak saya, saya dan suami pun ikut mengonsumsi karena stok di freezer juga banyak ( ya iyalah, kan kami jualan, hehe...). Ada sedikit cerita antara susu dengan suami.

Jadi suami saya dari kecil itu tidak suka dengan susu putih. Baunya membuat mual katanya. Jadi selama ini beliau minum susu yang varian rasa terutama coklat untuk mengurangi bau susunya. Saat pertama ada susu kambing di rumah pun beliau tidak langsung antusias untuk mencoba minum layaknya saya dan anak saya, masih ada rasa keengganan dengan bayangan bau susu selama ini. Tapi karena tau akan manfaat susu kambing ini, suami saya pun akhirnya mau meminum walaupun sedikit. Tanpa diduga, ternyata suami saya justru suka sekali dengan susu kambing ini. Katanya beda dengan dengan susu putih yang selama ini dikenal dan rasanya pun enak. Mungkin mindset selama ini adalah bahwa susu putih itu ya aromanya seperti itu, aroma sapi,dan aroma sapi inilah yang membuat suami saya mual. Beda dengan susu yang diminum baru-baru ini yaitu susu kambing yang bau kambing tentunya.

Maka dari itu, bagi Anda yang tinggal di sekitar Jogja dan menginginkan susu kambing cair segar ini tapi kesulitan untuk mendapatkannya, Alhamdulillah sekarang kami menyediakannya. Susu kambing cair segar murni yang dibekukan ukuran 200 ml dengan harga Rp 8.000 per kemasan. Silahkan datang ke kediaman kami di Griya Kedaton Asri kav C1 Pungkuran Pleret Bantul atau hubungi 085726470766 untuk layanan delivery order.

Selamat beralih ke susu kambing...

Rabu, 09 September 2015



Sejenak kita lupakan susu kambing murni segarnya ya...

Alhamdulillah sebentar lagi kita memasuki bulan Dzulhijjah, bulannya para jamaah haji yang diberi taufik oleh Allah sehingga berkesempatan untuk beribadah haji ke Baitullah. Bulannya muqarib yang ingin berkurban di hari 'Ied nanti mengamalkan apa yang dicontohkan oleh Nabi Ibrahim 'Alaihissalam. Salah satu dari empat bulan yang diharamkan oleh Allah. Dan tahukah Anda bahwa ada keistimewaan di sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah ini? Dibawah ini ada kopian dari majalah Ar Risalah edisi 171 Dzulqa'dah - Dzulhijjah 1436 H tentang keutamaan bulan Dzuhijjah ini. Semoga bermanfaat... :)

AMALAN SUNNAH DI BULAN DZULHIJJAH 

Dzulhijjah disebut juga dengan bulan haji. Dinamakan bulan Dzulhijjah karena orang Arab sejak zaman jahiliyah melakukan ibadah haji di bulan ini. Orang Arab melakukan ibadah haji sebagai bentuk pelestarian terhadap ajaran Nabi Ibrahim.

Bulan Dzulhijjah adalah salah satu bulan mulia, yang telah Allah sebutkan sebagai asyhurul hurum (bulan-bulan haram). Maksudnya, saat itu manusia dilarang (diharamkan) untuk berperang, kecuali dalam keadaan membela diri dan terdesak.

Allah berfirman yang artinya:
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar syi'ar-syi'ar Allah, dan jangan melanggar kehormatan bulan-bulan haram..." (QS. Al  Maidah:  2)

Ayat mulia ini menerangkan secara khusus keutamaan bulan-bulan haram, yang tidak dimiliki oleh bulan lainnya. Bulan yang termasuk Asyhurul hurum (bulan-bulan haram) adalah Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Rajab dan Muharam.

Keutamaan Bulan Dzulhijjah
Allah berfirman yang artinya:
"Demi fajar dan demi malam yang sepuluh." (QS. Al  Fajr: 1-2)

Ayat ini ditafsirkan oleh para ulama' dengan beberapa makna. Ibnu Rajab Al Hambali mengatakan bahwa tafsiran yang menyebut sepuluh hari Dulhijjah itulah yang lebih tepat. Pendapat ini dipilih oleh mayoritas ahli tafsir dari para salaf dan selain mereka, juga pendapat Ibnu Abbas.

Allah bersumpah dengan menggunakan sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Ini menunjukan keutamaan sepuluh hari tersebut. Disamping ayat ini, terdapat hadist shahih yang menunjukan keutamaan sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah.

Dari Ibn Abbas, Nabi salallahu 'alaihiwassalam bersabda:
"Tidak ada hari dimana suatu amal shalih lebih dicintai Allah melebihi amal shalih yang dilakukan sepuluh hari ini (sepuluh hari pertama Dzulhijjah)." Para sahabat bertanya, "Wahai Rasulullah,  termasuk lebih utama dari jihad fi sabilillah?" Nabi bersabda, "Termasuk lebih utama dibanding jihad fi sabilillah. Kecuali orang yang keluar dengan jiwa dan hartanya (ke medan jihad) dan tak ada satupun yang kembali (meninggal dunia dan hartanya diambil musuh)."
(HR. Bukhari, Ahmad dan Turmudzi)

Al-Hafidz Ibn Rajab mengatakan: Hadist ini menunjukan bahwa beramal pada sepuluh hari bulan Dzulhijjah lebih dicintai disisi Allah dari pada beramal pada hari-hari yang lain, tanpa pengecualian. Sementara jika suatu amal itu lebih dicintai Allah, artinya amal itu lebih utama disisiNya.

Mendapati sepuluh hari pertama dari bulan Dzulhijjah ini merupakan nikmat yang agung dari Allah untuk hamba-Nya. Karena dia mendapatkan musim ketaatan yang membantunya untuk mendapatkan pahala dan ampunan. Caranya, bersungguh-sungguh dalam  menjalankan ketaatan dan memperbanyak nya daripada hari-hari sebelumnya. Seperti inilah ihwal para salaf dalam memanfaatkan sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah.

Memperbanyak Puasa di Sembilan Hari Pertama
Dianjurkan memperbanyak puasa di sembilan hari bulan Dzulhijjah. Terutama puasa hari Arafah, tanggal 9 Dzulhijjah. Dari Abu Qatadah, Nabi salallahu 'alaihiwassalam bersabda, "...puasa hari 'arafah, saya berharap kepada Allah agar menjadi ka puasa ini sebagai kaffarah satu tahun sebelumnya dan satu tahun setelahnya..." (HR. Ahmad & Muslim).

Memperbanyak Dzikir (Takbir, Tahmid dan Tahlil)
Para ulama menganjurkan untuk memperbanyak takbir, tahlil, tasbih, tahmid, istighfar dan doa pada hari-hari tersebut.

Mengucapkan takbir (takbiran) di bulan Dzulhijjah ada dua:
1. Takbir Mutlak, tidak dikaitkan pada waktu dan tempat tertentu. Jadi boleh di lakukan di pasar, masjid dan saat berjalan. Selama tanggal 1-13 Dzulhijjah, kaum muslimin di syariat kan memperbanyak ucapan takbir kapan saja dan dalam kondisi apa saja. Boleh sambil berjalan, di kendaraan, bekerja, berdiri, duduk, ataupun berbaring dengan suara lirih atau dikeraskan.
2. Takbir muqayyad, takbir yang terikat waktu. Yaitu takbiran yang dilaksanakan setiap selesai melaksanakan shalat wajib. Takbiran ini dimulai sejak setelah shalat subuh tanggal 9 Dzulhijjah sampai setelah shalat Ashar tanggal 13 Dzulhijjah.

Melaksanakan Haji dan Umrah
Berhaji dan Umrah di Baitullah al-Haram merupakan amal ibadah paling utama pada hari-hari ini. Siapa yang diberi taufik oleh Allah untuk melaksanakannya sesuai dengan ketentuan syar'iat, dia mendapatkan janji dari sabda Nabi salallahu 'alaihiwassalam, "Umrah saru kepada Umrah lainnya merupakan kaffarah bagi dosa di antara keduanya. Sedangkan haji mabrur tidak ada balasannya kecuali surga." (HR. Bukhari dan Muslim)

Shalat 'Idul Adha
Berdasarkan hadist dari Umum Athiyah, bahwa kaum Muslim, baik laki-laki maupun perempuan yang menetap, dianjurkan untuk berangkat shalat 'Id.

Umum Athiyah berkata, "Nabi memerintahkan kepada kami pada saat shalat 'Id ( Idul Fitri ataupun Idul Adha) agar mengeluarkan para gadis (yang baru beranjak dewasa) dan wanita yang dipingit, begitu pula wanita yang sedang haidh. Namun beliau memerintahkan wanita yang sedang haidh untuk menjauhi tempat shalat." (HR. Muslim).

Menyembelih Hewan Kurban
Allah berfirman yang artinya:
"Laksanakan lah shalat untuk Rabmu dan sembelihlah hewan kurban." (QS. AL Kautsar: 2)

Nabi salallahu 'alaihiwassalam bersabda tentang keutamaan ya, "Tidak ada satu amalan yang dikerjakan  anak Adam pada hari kabar (hari penyembelihan) yang lebih dicintai oleh Allah daripada mengalirkan darah. Sungguh dia akan datang pada hari kiamat dengan tanduk-tanduknya, kuku dan rambutnya. Sesungguhnya darahnya akan sampai kepada Allah sebelum jatuh ke tanah..." (HR. Ibnu Majah dan Tirmidzi, beliau menghasankannya)

Sebaliknya, beliau mengancam mereka yang mampu namun tidak mau menyembelib hewan kurban.

"Siapa yang memiliki kelapangan namum dia tidak berkurban maka jangan mendekat ke masjid kami." (HR.Ahmad & Ibn Majah & dihasankan al-Albani)

Semoga Allah memudahkan kita untuk beramal di bulan Dzulhijjah yang penuh berkah ini. Wallahul Musta'an.


Senin, 31 Agustus 2015



Kebutuhan susu bagi anak sangat penting. Dalam masa-masa ini tubuh anak sedang mengalami pertumbuhan yang signifikan. Susu yang mengandung kalsium tinggi menjadi salah satu minuman yang diunggulkan. Kalsium yang menyokong pertumbuhan gigi dan tulang seolah menjadi gizi primadona. Betapa tidak, parameter masyarakat pada umumnya tentang pertumbuhan anak itu lebih sering dilihat dari segi fisik yakni bertambah tingginya badan anak dari waktu ke waktu. Dari situ kalsium dipercaya sangat berperan penting meskipun ada sisi gen orang tua juga yang ikut andil.

Bayi yang masih berusia enam bulan kebawah cukup hanya diberi ASI saja, salah satu alasannya karena aktifitas bayi yang masih terbatas dan energi bisa didapat hanya melalui ASI saja. Menginjak usia enam bulan hingga satu tahun, ASI mulai didampingi makanan pendukung lain karena aktifitas bayi yang mulai bertambah. Itupun hanya sebatas pengenalan makanan bukan utama. Yang utama masih tetap ASI tentunya. Baru setelah menginjak usia satu tahun, dimana aktifitas bayi/anak lebih banyak lagi (karena rata-rata di usia-usia ini anak sudah mulai bisa berjalan) asupan makanan pun meningkat.

Mulai pada usia satu tahun ini, anak sudah bisa dikenalkan dengan variasi makanan yang lebih kompleks lagi mengingat organ-organnya sudah lebih matang. Gula garam sudah bisa dicampurkan ke makanan, madu sudah mulai bisa diberikan (walaupun ada juga orang tua yang telah memberikan madu dibawah satu tahun), juga pemberian susu segar atau fresh milk.

Saat anak pertama saya menginjak usia satu tahun, saya mulai mengenalkannya dengan susu UHT. Hanya sebagai selingan saja, tidak sering ataupun intens. Seingat dan setempat ibunya membelikan juga sih,hehe... Anak saya ternyata suka sekali walaupun saya memberinya yang susu plain tanpa rasa tambahan. Sebenarnya waktu itu saya ingin memberi susu kambing segar, tetapi waktu itu saya tidak menemukannya.

Nah, saat ada susu kambing segar ini di rumah untuk pertama kalinya, saya langsung memberikannya satu kantong berukuran 200 ml. Seperti biasa, dia lahap sekali minum susunya (atau karena haus ya,hehe...). Sehari minum dia biasa saja, masih tetap ceria kesana kemari. Esok paginya saat dia pup, ternyata pupnya agak lembek. Saya biarkan saja. Siangnya, dia minta pup lagi dan ternyata dia diare. Diare tanpa ampas karena yang keluar hanya air dan itupun tidak hanya satu kali tapi berkali-kali.

Saya agak khawatir. Tapi saat saya lihat anak saya, dia masih seperti biasa ceria tanpa mengeluh dan -sepertinya- tidak merasakan sakit sedikitpun. Saya lalu mengingat-ingat makan apa saja dia hari ini. Menu soup yang sudah menjadi kebiasaannya tidak pernah menjadikan dia diare seperti ini. Adakah makanan yang dia makan hari ini diluar kebiasaannya? Lalu saya ingat, hari sebelumnya saya telah memberinya susu kambing 200 ml.

Saya pelajari lagi tentang susu kambing ini karena dari yang saya baca, susu kambing ini bagus untuk anak lalu mengapa di anak saya justru membuat diare? Dan lagi-lagi saya ingat, saya pernah baca disebuah milis tentang pemberian fresh milk untuk anak. Ternyata yang saya lakukan tidak tepat.

Pemberian susu segar / fresh milk pada anak ternyata ada tahap-tahap pengenalannya. Susu segar ini belum diolah maksimal dikhawatirkan lambung/sistem pencernaan belum mau menerima karena lambung belum terbiasa. Untuk awal-awal susu diencerkan dulu dengan dicampur air. Diberikannya pun sedikit demi sedikit jangan langsung banyak. Kalau sudah terbiasa nanti makin lama makin meningkat kualitas dan kuantitas susunya ditambah.

Dan anak saya yang menganggap susu kambing ini sebagai susu UHT seperti biasanya, langsung menghabiskan 200 ml tanpa campuran apa-apa. Pantas saja dia diare parah T.T. Tapi alhamdulillah sore hari diarenya sudah berhenti. Setelah itu, setiap saya memberinya susu kambing segar, saya campur dulu dengan air hangat. Tapi itu hanya berlangsung beberapa hari, setelah saya rasa aman dan perutnya sudah bisa adaptasi, saya memberinya susu kambing segar ini langsung satu kantong tanpa tambahan apa-apa. Alhamdulillah semua baik-baik saja. Justru sekarang dia yang paling semangat jika melihat ini:


Katanya,"Yuyus...yuyus..." :D

Dan saya yang harus mengelus dada karena melihat dia dengan lahapnya minum susu kambing segar ini sampai habis. Lagi lagi dan lagi...


Sehat-sehat ya nak... :*

Selamat mengenalkan susu kambing segar ke anak ya. Semoga bermanfaat.



Senin, 24 Agustus 2015



Susu baik untuk pertumbuhan. Pernah mendengar kalimat itu dari sebuah iklan susu di televisi. Susu yang sejak dulu sudah terkenal dengan keanekaragaman kandungan gizinya memang menjadi andalan. Mulai dari mineral, vitamin, protein, zinc, fosfor, magnesium, lemak dan terutama kalsium yang sangat baik untuk menyokong pertumbuhan badan terutama tulang dan gigi.

Setelah bayi lahir di dunia, susu menjadi benda yang paling dibutuhkan demi kelangsungan hidupnya. Organ tubuhnya yang masih rawan dan muda belum bisa menerima asupan makanan apapun selain susu, yaitu ASI. Makanan yang berwujud cair ini sangat mudah dicerna oleh tubuh bayi yang organnya masih mungil. Kandungan gizi ASI ini sudah sangat kompleks dalam memenuhi kebutuhan gizi bayi terutama di enam bulan pertama. Setelah enam bulan hingga usia dua tahun, barulah bayi diberi makanan pendamping lain selain ASI mengingat aktivitas bayi yang mulai bertambah sehingga membutuhkan energi yang lebih.

Begitu berharganya ASI. Meskipun begitu, tidak sedikit ibu yang harus merelakan anaknya lepas ASI sebelum waktunya karena satu dan lain hal. Pengganti ASI pun dicari. Biasanya, pilihan mereka jatuh pada brand-brand susu terkenal yang sudah 'teruji klinis' di pasaran, iklan yang masif dan gencar, testimoni dari mulut ke mulut, harga yang mentereng dan lain sebagainya. Tidak salah karena memang susu ini sangat dibutuhkan bayi (terutama di enam bulan pertama) sebelum ia menerima makanan padat. Dan sudah barang tentu para ibu ini ingin memberikan sesuatu yang terbaik dan tidak asal-asalan bagi buah hatinya.

Dengan tambahan berbagai kandungan gizinya, susu-susu kemasan ini memang sangat menarik untuk dicoba. Setiap merk punya kelebihan tertentu yang sering membuat kita jadi tergoda. Tapi hei ingat, anak kita bukan mainan. Bukan saatnya kita untuk coba-coba, saat ini yang mereka butuhkan adalah formula pengganti ASI yang tepat untuk makanan mereka. Buat anak kok coba-coba :D

Setidaknya, susu pengganti ASI harus mendekati sifat ASI itu sendiri meskipun tidak ada yang bisa menandingi kehebatan ASI dalam segala hal. Kandungan gizi didalamnya yang kompleks tapi seimbang, tidak lebih atau bahkan kurang, sesuai takaran yang dibutuhkan bayi. Singkatnya, ASI itu tau apa yang bayi mau. Lantas seperti apa susu yang paling mendekati ASI?

Dari dulu sudah banyak timbul perdebatan mengenai keunggulan antara susu sapi dengan susu kambing. Susu sapi yang lebih mahsyur dari susu kambing menjadikan susu kambing ini kalah pamor dan seolah dikesampingkan. Lihat saja iklan-iklan susu yang bertebaran pasti berasal dari susu sapi. Tapi itu bukan berarti susu kambing tidak bisa menjadi pengganti ASI daripada susu sapi,  justru sebaliknya bahkan lebih baik lagi.

Kandungan Lemak
Susu kambing mengandung 10 gram lemak per 8 ons susu, 2 gram lebih banyak dibanding susu sapi. Akan tetapi, susu sapi juga mengandung aglutinin yang mengikat lemak sehingga susah untuk dicerna. Sedangkan susu kambing tidak mengandung aglutinin sehingha mudah untuk dicerna. Susu kambing juga baik untuk bayi karena mengandung beberapa asam lemak esensial yang baik untuk penncernaan.

Variasi Protein
Saat kita mengonsumsi susu, asam lambung bereaksi pada protein yang terkandung pada susu dan memroduksi gumpalan protein. Pada susu kambing, gumpalan lebih sedikit sehingga susu kambing mudah dicerna oleh bayi.

Kemungkinan Alergi
Menurut penelitian ilmiah, susu kambing dan susu sapi memiliki kandungan alergi yang serupa. Namun, alpha-S1 -protein yang sering mengakibatkan alergi- hanya sedikit  ditemukan di susu kambing.

Lactose Intolerance
Susu kambing hanya memiliki 4,1% laktosa atau zat gula, sementara susu sapi lebih besar, yakni 4,7%. Ketidakmampuan bayi untuk memroses laktosa mengakibatkan gejala kolik, infeksi telinga, eksim dan gas.

Berbagai Mineral
Susu kambing dan susu sapi mengandung jumlah mineral yang sama. Akan tetapi, susu kambing memiliki lebih banyak kalsium (13%), vitamin B-6 (25%), vitamin A (47%) dan potasium (134%). Hanya saja susu kambing mengandung sedikit asam folat.

Bisa dilihat perbedaan antara susu kambing dan susu sapi diatas. Ternyata susu kambing lebih bisa dijadikan pengganti ASI dibanding dengan susu sapi. Meskipun masih terdengar aneh bayi minum susu kambing sebagai pengganti ASI, tetapi begitulah fakta sebenarnya.

Semoga bermanfaat. Berbagai sumber.